Senin, 04 Juli 2016

Istilah Untuk Bentuk Dasar Laut

1. Continental shelf/paparan benua
Adalah wilayah laut yang dangkal dan merupakan kelanjutan wilayah benua dengan
kedalaman kurang dari 200 m. Paparan benua memiliki kemiringan lereng yang landai mulai dari
garis pantai ke arah laut dalam. Kemiringan lereng rata – rata dari paparan benua yang hanya
dua meter per kilometer akan terlihat seperti permukaan yang datar. Paparan benua ini terdiri
dari lereng curam suatu dataran yang di ikuti oleh kenaikan secara mendatar.
2. Continental edge/tepi benua
Tepian benua dapat dikatakan sebagai ujungnya lempeng samudra yang berbatasan
dengan benua atau merupakan kawasan tempat bertemunya kerak dan benua dan kerak
samudra. Kawasan ini merupakan kawasan yang sangat labil. Continental edge dibagi menjadi
dua kategori yaitu active edge dan passive edge. Tepian samudra dikategorikan aktif apabila
ditemukan aktifitas tektonik yang tinggi dan merupakan batas tumbukan lempeng, maka sering
terjadi aktifitas tektonik seperti gempa. Sedangkan tepi benua pasif dicirkan oleh pertemua
kedua lempeng yang tenang dan merupakan kawasan yang relative stabil atau dengan kata lain
tidak dijumpai aktifitas tektonik yang tinggi.
3. Continental slope / lereng benua
Suatu lereng di dasar laut yang terletak antara paparan benua daerah laut dalam bentuk
muka bumi juga merupakan kelanjutan dari continental shelf. Continental slope berbentuk
seperti bidang miring yang terletak antara paparan benua dengan zonal au dalam. Kemiringan
antara 1° - 35° mulai dari tepi dangkalan benua kea rah laut lepas. Kedalamannya antara 200 –
1800 meter. Daerah ini meluas dari patahan beting sampai pada kedalaman rata – rata dua
kilometer dan memiliki lebar mencapai 100 km. Karakteristik dasarnya merupakan akumulasi
sedimen hasil erosi dari benua.
4. Continental rise / punggung benua
Dasar laut dengan sudut kemiringan landai sekitar 0,1% dan merupakan bagian batas
benua yang sesungguhnya yang langsung berbatasan dengan dasar samudra. Selain itu,
continental rise juga merupakan kenaikan benua fitur bawah laut yang ditemukan antara lereng
benua dan dataran abyssal. Fitu ini ditemukan diseluruh dunia dan itu merupakan tahap akhir
dalam batas antara benua dan bagian terdalam dari laut. Continental lrise tersusun dari sedimen
yang diturunkan dari benua dan batas yang bersebelahan. Arus membawa sedimen menuruni
slope dan menumpuk didasarnya. Lebar continental rise mencapai beberapa kilometer hingga
ratusan kilometer.
5. Submarine Ridge / Punggung bukit bawah laut
Jika punggungan berada di bawah laut, maka disebut punggung bukit bawa laut.
Submarine ridge ini memiliki ketinggian curam memanjang dari lantai samudra dan laut, panjang
dan lebarnya mencapai ratusan dan ribuan kilometer. Beberapa puncaknya sering naik diatas
permukaan laut untuk membentuk pulau – pulau. Ditepi benua bawah laut, punggungan bawah
laut relative jarang dan struktur analog dengan struktur yang berdekatan dengan benua. Mereka
juga ditemukan di bagian bawah palung laut dalam dari laut marjinal.
6. Abyssal Plain (Dataran Abisal)
Dataran abisal adalah dasar laut yang luas setelah tebing benua dan mengarah ke laut
lepas. Dataran abisal merupakan kenampakan topografi yang sangat datar ini kadang –
kadangan diselilingi dengan puncak – puncak gunung bawah laut yang tertimbun. Dataran abisal
adalah dasar laut dengan gradient kurang dari 0,1%. Dataran abisal merupakan kerak batuan
dasar (bedrock crust) yang tertutup oleh sedimen yang disebarkan dari darat oleh arus dan juga
tersusun oleh akumulasi sedimen yang sangat tebal.
7. Ocean Trench (Palung dalam / Parit samudra yang dalam)
Merupakan pertemuan tumbukan lempeng yang sifatnya saling mendekat tetapi
memusat (konvergen). Jika terjadinya tabrakan itu berada di bagian dasar samudra maka akan
menghasilkan parit atau palung (parit yang sangat dalam). Relief dasar laut yang mengalami
penurunan dari dasar laut disekelilingnya ini juga disebut parit samudra karna panjangnya bisa
mencapai ribuan kilometer sehingga mirip parit. Lebarnya bervariasi ada yang lebih dari 50 km
dan kedalamannya dua sampai lima kilometer dari dasar laut didekatnya. Letak parit samudra
biasanya mengarah ke laut dan sejajara terhadap busur benua pulau – pulau di dekatnya atau
lajaran gunung di pesisir benua.
8. Volcanic Island
Merupakan pulau yang muncul akibat adanya proses vulkanik. Proses vulkanik yaitu
benteng alam yang pembentukannya dikontrol oleh proses keluarnya magma dari dalam bumi.
Maka pulau vulkanik ini adalah puncak gunung berapi laut yang naik di atas air. Dengan kata
lain, volcanic island yaitu pulau – pulau vulkanik yang terbentuk oleh aktifitas gunung berapi di
dasar laut sering dekat batas lempeng tektonik yang membentuk kerak bumi. Dimana dua
lempeng menarik terpisah, lava meletus untuk membentuk punggung bukit ke permukaan laut
untuk membentuk sebuah pulau.